Makin Banyak Non Muslim Gunakan Dirham Dinar
Friday, February 22, 2013
0
comments
Koin dirham dan dinar adalah alat tukar universal.
Semakin banyak umat nonmuslim yang ikut menggunakannya. Secara historis koin
emas dan perak, sejak zaman Nabi Adam AS, dikenal dan digunakan oleh berbagai
kelompok masyarakat. Namanya bermacam-macam, solidus, real, ducat, pound,
bahkan dolar dan rupiah. Tentu saja termasuk di antaranya adalah dinar dan
dirham. Jadi, pada mulanya, nama-nama mata uang atau alat tukar itu semuanya
merujuk kepada satuan berat. Nilainya adalah sesuai dengan zat intrinsiknya, dalam
hal ini emas atau perak.
Mata uang emas atau perak sejak awal tidak mengenal
agama. Hanya saja, hari ini, hukum yang secara ketat dan utuh masih mengatur
masalah alat tukar ini secara agama tinggalah Islam. Maka, standar dinar dan
dirham, sesuai dengan hukum Islam. Namun demikian, penggunannya sebagai alat
bermuamalah, tentu saja universal, tidak tergantung kepada agama apa pun.
Di kalangan nonmuslim penggunaan Dinar dan Dirham juga
mulai populer, terutama di Malaysia, yang penduduk nonmuslimnya relatif banyak.
Belakangan di Indonesia pun mulai ada sejumlah pedagang nonmuslim yang bersedia
menerimanya sebagai alat pembayaran. Salah satunya adalah Bapak Abi Sinaga,
seorang pedagang telepon genggam di ITC Fatmawati, telah beberapa kali menerima
pembayaran dengan Dinar dan Dirham dan juga bergabung dengan JAWARA. Nama
tokonya adalah Sumber Blackberry, di ITC Fatmawati, Lantai Dasar No.134. Di
Pasar Tebet Barat, ada Ibu Risma Fransica, Pedagang Jus Buah, yang telah
bergabung dalam Jawara dan selalu siap menerima pembayaran dengan Dirham.
Dalam transaksi sehari-hari, secara sporadis, juga ada
saja warga nonmuslim yang menerima Dirham atau Dinar. Seorang pedagang dari
Papua telah bersedia menerima pembayaran dengan Dirham. Suatu kali pernah juga
ada seorang ibu yang mengumpulkan Dinar dan Dirham yang akan dipakai untuk
ongkos berziarah ke Yarusalem.
Jadi, sebagaimana muamalat yang tidak mengenal dan
dibatasi oleh agama seseorang, penggunaan Dirham dan Dinar pun demikian adanya.
[sumber: wakalanusantara]
Sumber
: pebisnismuslim.com



0 comments:
Post a Comment