Masuk Islamnya Pendeta Italia Setelah Menyaksikan Jenazah Raja Fahd
Friday, February 15, 2013
0
comments
Hidayah
Allah datangnya tidak bisa diraba-raba. Apabila Allah menghendaki maka ia akan
mendatangi hamba yang berbahagia itu. Demikianlah kisah seorang pendeta asal
Italia.
Seorang
pendeta terkenal di Italia mengumumkan masuk Islam setelah menyaksikan jenazah
raja Arab Saudi, Fahd bin Abdul Aziz, untuk kemudian mengucapkan dua kalimat
syahadat. Hal itu terjadi setelah ia melihat betapa sederhananya prosesi
pemakaman jenazah yang jauh dari pengeluaran biaya yang mahal dan berlebihan.
Sang
mantan pendeta telah mengikuti secara seksama prosesi pemakaman sang Raja yang
bersamaan waktunya dengan jenazah yang lain. Ia melihat tidak ada perbedaan
sama sekali antara kedua jenazah tersebut. Keduanya sama-sama dishalatkan dalam
waktu yang bersamaan.
Pemandangan
ini meninggalkan kesan mendalam tersendiri pada dirinya sehingga gambaran
persamaan di dalam Islam dan betapa sederhananya prosesi pemakaman yang
disaksikan oleh seluruh dunia di pekuburan ‘el-oud’ itu membuatnya masuk Islam
dan merubah kehidupannya. Tidak ada perbedaan sama sekali antara kuburan
seorang raja dan penguasa besar dengan kuburan rakyat jelata. Karena itulah, ia
langsung mengumumkan masuk Islam.
Salah
seorang pengamat masalah dakwah Islam mengatakan, kisah masuk Islamnya sang
pendeta tersebut setelah sekian lama perjalanan yang ditempuh mengingatkan pada
upaya besar yang telah dikerahkan di dalam mengenalkan Islam kepada sebagian
orang-orang Barat. Ada seorang Da’i yang terus berusaha sepanjang 15 tahun
untuk berdiskusi dengan pendeta ini dan mengajaknya masuk Islam. Tetapi usaha
itu tidak membuahkan hasil hingga ia sendiri menyaksikan prosesi pemakaman Raja
Fahd yang merupakan pemimpin yang dikagumi dan brilian. Baru setelah itu, sang
pendeta masuk Islam.
Sang
Muslim baru yang mengumumkan keislamannya itu pada hari prosesi pemakaman
jenazah pernah berkata kepada Dr al-Malik, “Buku-buku yang kalian tulis,
surat-surat kalian serta diskusi dan debat yang kalian gelar tidak bisa
mengguncangkanku seperti pemandangan yang aku lihat pada pemakaman jenazah raja
Fahd yang demikian sederhana dan penuh toleransi ini.”
Ia
menambahkan, “Pemandangan pada hari Selasa itu akan membekas pada jiwa banyak
orang yang mengikuti prosesi itu dari awal seperti saya ini.”
Ia
meminta agar kaum Muslimin antusias untuk menyebarkan lebih banyak lagi
gambaran toleransi Islam dan keadilannya agar dapat membekas pada jiwa orang
lain. Ia menegaskan, dirinya telah berjanji akan mengerahkan segenap daya dan
upaya dari sisa usianya yang 62 tahun in untuk menyebarkan gambaran Islam yang
begitu ideal. Semoga Allah menjadikan keislamannya berkah bagi alam
semesta…(istod/AH/alsofwah.or.id)
Sumber: kisahmuslim.com
Silakan baca juga : Daniel Streich, Pembenci Masjid yang Akhirnya Bersujud...
Silakan baca juga : Daniel Streich, Pembenci Masjid yang Akhirnya Bersujud...



0 comments:
Post a Comment