Siklus Air Menurut Al Quran
Tuesday, February 26, 2013
0
comments
Dalam surat Al-Waqiah ayat 68 dan 69 Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman, “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?”
Dalam ayat lain disebutkan, “Dialah yang menjadikan bumi
sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dialahyang menurunkan air
dari langit ….” (Al-Baqarah [2]:22)
Dalam ayat tersebut tegas dikatakan bahwa air yang kita
minum adalah air yang diturunkan dari langit.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa air tawar yang kita
minum berasal dari hujan. Air tersebut turun melalui siklus peredarannya
sehingga tersedia air tawar di hulu pegunungan. Awalnya ia berevaporasi,
kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, dan
salju, hujan gerimis atau kabut.
Hasil deteksi radar cuaca menunjukkan bahwa pembentukan
hujan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu: “bahan baku” hujan naik ke udara,
lalu awan terbentuk, hingga curahan hujan terlihat.
Tahap-tahap ini dijelaskan dalam al-Qur’an yang
memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan. “Dialah Allah Yang
mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya
di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu
kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun
mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”
(Ar-Rum [30]:48)
Al-Qur’an tidak langsung mengatakan air yang kita minum
berasal dari sungai, sumur, atau danau. Tapi ia diturunkan berupa air hujan.
Dan dari hujan inilah terbentuk sumber-sumber air yang akan mengaliri
sungai-sungai, mengisi sumur-sumur, dan memenuhi danau. Tanpa air hujan, siklus
air di planet bumi ini tidak akan berjalan. Secara ilmiah siklus ini dinamakan
siklus hidrologi.
Sedang mengenai air laut, Allah berfirman dalam surat
Al-Waqiah ayat 70, yang artinya: “Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan
dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?”
Allah memilih kata asin dalam ayat tersebut karena masih
berhubungan dengan siklus air. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa air sungai
membawa bermacam-macam mineral ke laut, salah satunya adalah sodium klorida
(garam). Ketika air laut menguap, hanya airnya (H2O) saja yang menguap sedang
garam tetap tertinggal. Melalui proses siklus yang berulang selama jutaan
tahun, maka air laut menjadi asin seperti sekarang. Di seluruh pelosok dunia,
sungai mengirim sekitar 40 milyar ton garam ke laut setiap tahunnya.
Bukti ilmiah tersebut membuktikan bahwa ayat-ayat yang
disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) yang hidup di
jazirah Arab yang kering kerontang adalah benar-benar firman Allah. Di tengah
kondisi geografis yang didominasi oleh padang pasir yang sangat jarang disiram
air hujan, beliau bisa memberikan penjelasan sangat ilmiah tentang siklus air.
Padahal orang di sekitarnya hanya mengenal air minum yang mereka konsumsi
berasal dari sumur atau sungai Nil yang menjadi sumber air utama bangsa Arab
waktu itu.
Semoga bukti ini semakin meyakinkan kita bahwa ajaran
Rasulullah SAW adalah ajaran yang datang dari Pencipta Alam ini. Amin. *Bahrul
Ulum/Suara Hidayatullah JANUARI 2012
Sumber:
majalah.hidayatullah.com


0 comments:
Post a Comment