Adab Mengantar Jenazah
Tuesday, February 26, 2013
0
comments
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengantarkan
jenazah seorang Muslim dengan iman dan ihtisab hingga mensalatkannya dan
selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath.
Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang mensalatinya saja kemudian
pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath.” (Riwayat
Bukhari)
Berkaitan dengan mengantar jenazah tersebut, ada beberapa
adab yang harus diperhatikan.
1. Bersikap
Tenang
Hendaknya bersikap tenang dan diam ketika mengantar
jenazah ke makam. Imam Nawawi berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya yang benar
adalah bersikap tenang ketika mengantarkan jenazah, sebagaimana yang
dipraktikkan oleh kalangan salaf. Tidak perlu mengeraskan suara dengan bacaan
al-Qur’an, zikir, ataupun bacaan yang lain. Hal ini dianjurkan karena akan
membuat jiwa seseorang lebih tenang dan pikirannya lebih terfokus pada hal-hal
yang berkaitan dengan jenazah, dan inilah yang dituntut dalam kondisi
tersebut.” (dalam Kitab Asna al-Muthalib Syarh Raud ath-Thalib)
2. Disegerakan
Bila yang meninggal orang saleh, hendaknya disegerakan.
Di dalam sebuah Hadits, Rasulullah bersabda, “Bila jenazah diangkat dan
orang-orang mengusungnya di atas pundak, maka bila jenazah itu baik, dia
berkata, ‘Percepatlah perjalananku.’ Sebaliknya, bila jenazah itu tidak baik,
dia akan berkata, ‘Celaka! mau dibawa ke mana aku?’ Semua makhluk mendengar
suaranya kecuali manusia. Bila manusia mendengarnya, pasti pingsan.” (Riwayat
Bukhari dan Muslim)
3. Berdiri Sejenak Di Sisi Makam
Orang-orang yang mengantar jenazah, setelah memakamkan
hendaknya berdiri sejenak di sisi makam guna mendoakannya. Utsman RA berkata,
“Nabi jika selesai menguburkan jenazah beliau berdiri sejenak dan bersabda,
‘Mohonlah ampunan bagi saudara kalian dan mintalah keteguhan untuknya, karena
dia sekarang sedang ditanya’.” (Riwayat Abu Daud dan sahih menurut Hakim)
4. Menaburkan Tanah Seteleh Pemakaman
Dalam Hadits Ibnu Majah kitab Janaiz (catatan tentang
jenazah ) yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, pada suatu saat Nabi Muhammad
ta’ziah (melayat) terhadap sahabatnya yang meninggal. Setelah mensalatkannya
kemudian beliau ikut mengantar jenazah ke kuburan. Setelah dikubur, kemudian
beliau mendatangi makam tersebut sambil menggenggam tanah dan menaburkannya di
atas kuburan sebanyak 3 kali. Dimulai dari arah kepala.
5. Nasehat Kematian dan Kehidupan Akhirat
Sebelum berdoa, boleh menyampaikan nasihat singkat
mengenai kematian dan kehidupan akhirat. Hal ini dimaksudkan agar jiwa
orang-orang yang hadir menjadi lebih tenang dan lebih siap untuk bermunajat
kepada Allah. Diriwayatkan dari Ali RA, dia berkata, “Kami sedang menghadiri
pemakaman jenazah di Baqi’ Gharqad. Kemudian Nabi datang lalu duduk dan kami
pun duduk di sekitar beliau. Beliau memegang sebuah tongkat pendek. Beliau
menunduk dan mematuk-matukkan ujung tongkat pendek itu ke tanah. Beliau lalu
bersabda: ‘Tidak ada seorangpun dari kalian, tidaklah ada jiwa yang diciptakan,
kecuali telah ditetapkan tempatnya di surga atau di neraka, dan telah
ditetapkan sebagai orang celaka atau bahagia.’ Seorang sahabat berkata, ‘Wahai
Rasulullah, kalau begitu apakah kita tidak sebaiknya menyerahkan diri pada
ketetapan itu’. Beliau menjawab, ‘Beramallah, karena setiap orang dimudahkan
untuk beramal sesuai dengan apa yang dia diciptakan untuknya’.” (Muttafaq
Alaih).
6. Mengambil Pelajaran
Hendaknya para pengantar mengambil pelajaran berharga
atas pengalamannya mengusung dan mengantarkan jenazah. Nabi bersabda:
”Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan
mengingat akhirat.” (Riwayat Ahmad)* Bahrul Ulum/Suara Hidayatullah, APRIL 2011
Sumber:
majalah.hidayatullah.com



0 comments:
Post a Comment