Adab Terhadap Kitab
Tuesday, February 26, 2013
0
comments
Islam menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang penting.
Banyak ayat maupun Hadits yang menjelaskan tentang hal ini. Di antara bukti
bahwa Islam dan kaum Muslimin menghargai ilmu adalah banyaknya karya tulis yang
dihasilkan oleh para ulama dan cendekiawan Islam.
Hebatnya, kitab-kitab tersebut sampai sekarang masih
terpelihara dengan baik. Salah satu sebab kenapa karya para ulama itu masih
eksis, karena Islam telah mengajarkan pada umatnya tentang adab terhadap kitab.
Di antara adab tersebut yaitu:
Pertama, meluruskan niat. Ketika membeli atau memiliki
kitab, yang ditanamkan adalah sikap ikhlas dan bukan untuk bangga diri. Ini
dimaksudkan untuk mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar
dimudahkan memahami isinya sehingga bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.
Kita hendaknya menjauhi pamer karena ia termasuk riya’.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku
takutkan atas kamu semua adalah syirik kecil (riya`).” (Riwayat Ahmad)
Kedua, memilih buku yang bermanfaat. Membeli buku
diutamakan yang membawa manfaat, terutama untuk agamanya. Dalam hal ini juga
harus selektif, sebab banyak buku agama yang isinya malah tidak sesuai dengan
pemahaman para ulama salaf. Ada pun buku-buku yang tidak dibutuhkan, maka tidak
perlu dibeli atau dimiliki sebab tidak dapat memberikan faedah. Rasulullah
bersabda, “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan
apa yang tidak bermanfaat untuknya.” (Riwayat Hasan, Tirmizdi, dan selainnya)
Ketiga, tidak membeli buku yang diharamkan. Hendaknya
tidak membeli buku-buku yang diharamkan. Sebab, Allah akan menghisab diri orang
yang menghabiskan hartanya di jalan yang tidak baik.
Rasulullah bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki
seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya tentang empat perkara: (1)
tentang umurnya untuk apa dia gunakan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia
amalkan ilmunya tersebut, (3) tentang hartanya, dari mana harta tersebut
didapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya,
untuk apa dia gunakan.” (Riwayat At-Tirmidzi)
Keempat, merawat buku dengan baik. Islam memandang buku
sebagai harta yang wajib dijaga. Di antara cara merawat buku antara lain,
meletakkan di tempat yang jauh dari jangkauan tangan anak-anak. Tujuannya agar
buku-buku tersebut tidak dirusak. Kemudian meletakkan di tempat yang memiliki
ventilasi yang cukup atau memberinya obat-obatan anti rayap. Hal ini dilakukan
agar buku tidak cepat rusak.
Kelima, menyusun dan membuat daftar pustaka. Bagi yang
memiliki kitab atau buku yang cukup banyak, dianjurkan menyusunnya menurut isi
buku. Tujuannya supaya mudah mendapatkan buku tersebut saat dibutuhkan dan
cepat menemukan permasalahan yang dicari.
Keenam, meminjamkannya kepada yang membutuhkan.
Meminjamkan kitab atau buku merupakan adab yang baik. Seorang Muslim tidak
pantas menghalangi faedah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tidak meminjamkan
buku kepada orang yang membutuhkannya termasuk sikap menyembunyikan ilmu yang
diharamkan Allah.
Ketujuh, mewakafkan jika pemilik meninggal dunia. Jika
seseorang tidak memiliki ahli waris atau ahli warisnya tidak begitu peduli dan
perhatian dengan buku, sebaiknya ia berwasiat untuk mewakafkan buku-bukunya.
Hal ini termasuk sedekah jariyah karena manfaatnya besar.
Demikianlah beberapa adab terkait dengan kitab. Semoga
bermanfaat. *Bahrul Ulum/Suara Hidayatullah APRIL 2012
Sumber:
majalah.hidayatullah.com



0 comments:
Post a Comment