Udah Putusin Aja Part 6
Monday, April 15, 2013
0
comments
Part 6
beberapa ceramah untuk yg pacaran #UdahPutusinAja sebelum
menginjak bulan ramadhan
Ustadz Felix Siauw:
1. ini kisah muda-mudi di tepi jangka, saat kebenaran
tersingkir jauh | ketika benar adalah barang langka, dan baik banyak yang luruh
2. ini kisah ramadhan yang terus berlalu, setiap masa
selalu berulang | walau ini kisah sedari dulu, namun pelajarannya takkan lekang
3. ramadhan harusnya jadi bulan panen pahala, pengugur
selaksa dosa | saat dimana yg lahir dikelola, agar yang batin jadi perkasa
4. ramadhan harusnya bulan dimana semua kebaikan berlipat
ganjaran | bukan dikotori dengan maksiat bernama pacaran
5. masa dimana Allah sulitkan amal buruk dan mudahkan
amal baik | muda-mudi tak peduli karena bagi mereka ada yg lebih menarik
6. tak peduli bulan ramadhan, yang Rasul melewatkannya
pun sayang | ramadhan biarlah berjalan, maksiat muda-mudi terus kejar tayang
7. malam mingguan kini diganti, ibadah malam jadi alibi |
tarawih lakukan setiap hari, hanya jadi alasan bertemu pacar lagi
8. alasan kini ramadhan lebih semangat, karena dia jadi
pengingat | malam-malam bangunkan shalat, padahal yang terkumpul hanya maksiat
9. tunggu buka puasa sambilan bertukar pesan, katanya
tausiyah jelang buka | tak sadar Allah tak berkesan, tak sadar Dia malah murka
10. berjalan berdua nantikan kumandang adzan, katanya itu
nantikan berkah | tiada kebaikan-tiada kebaikan, bukan berkah melainkan musibah
11. saat dia tahan dirinya dari makanan yang dihalalkan
Allah | namun dia tak tahan dirinya bahkan dari pacaran yg diharamkan Allah
12. saat dia tahan dirinya dari minum yang halal baginya
| namun dia tak sanggup mendengar kata manis yang tak halal baginya
13. saat membaca Al-Qur'an ayat-ayat tersebut, saat yang
sama rayuan terbesut | menahan makanan ke perut, namun nafsu diturut
14. dia ramaikan malam dengan tarawih, lalu ditambah pula
tahajud | namun berdua-dua dengan kekasih, di depan godaan setan dia tekuk
sujud
15. pintu neraka yang Allah kunci, dan setan yang Allah
belenggu | dia buka dengan zina hati, bahkan dia sendiri jadi setan pengganggu
16. pahala yang Allah kali-lipat, dia lebih tertarik
dengan maksiat | ini namanya kesalahan berlipat, hasil pilihan tak tepat
17. saat tidur bukan Allah dia lisankan, namanya yang dia
ucapkan | naif sungguh pikiran, sedang siapa yang menghidupkan-mematikan?
18. baiknya sudahi saja kesalahan, #UdahPutusinAja |
tahun ini mungkin terakhir kali ramadhan, jangan jadikan berlalu tanpa makna
19. sayang pahala yang sudah dia kumpulkan dengan lapar
dan haus | dengan maksiat pacaran semua akan habis terhapus dan digerus
20. dia amalkan puasa, dia pula yang buat dosa | dia yang
puasa, dia pula yang berdusta | #UdahPutusinAja
21. #UdahPutusinAja, ramadhan sebentar lagi menjelang |
jangan sia-siakan satupun hari beribadah, karena ini momen jarang
22. #UdahPutusinAja, dan hiasi ramadhan dengan ketaatan
sejati | bahwa engkau hanya milik Allah, dan kepada-Nya engkau mengabdi
23. bukankah lebih elok basahi pipimu bertadarus
Al-Qur'an | selagi Allah turunkan malaikat pengajar kebaikan di bulan ramadhan?
24. bukankah lebih indah bila engkau berdua-duaan bersama
Allah | bermesraan dalam cinta sejati dari pencipta segala indah?
25. bukankah lebih syahdu bila hanya kepada Allah engkau
berkirim pesan | tumpahkan segala risau dan gelisah lalu dapatkan ketenangan?
26. tidak inginkah engkau menangis bukan karena manusia,
namun menangis kerena keagungan-Nya? | berserah dan patuh tunduk pada-Nya?
27. tidak inginkah engkau dipuji Dzat penguasa alam
semesta? | bahwa kau makhluk berbudi, yang tinggalkan maksiat karena-Nya
semata?
28. sungguh Dia karuniakan cinta-Nya bagi yang bisa
berpisah karena cintakan-Nya | cinta tanpa syarat, cinta tanpa dusta
29. sungguh keputusan yang dia lakukan karena taat
pada-Nya | kami doakan berlipat-lipat pahala di bulan yang dimuliakan-Nya
30. #UdahPutusinAja, reguklah rasa indahnya ramadhan, dan
buktikan kenikmatan yang dijanjikan-Nya pada hamba-Nya yang taat :)
Sumber : facebook.com/nurdin212.blogspot.com/



0 comments:
Post a Comment