Bukti Ilmiah “Bulan Terbelah” dari Manuskrip Kuno, Raja India, dan Ilmuwan NASA
Sunday, May 12, 2013
0
comments
Oleh Kairul Amri
Terdapat bayak Mukjizat-mukjizat yang diingkari oleh kaum
musyrik disebabkan kedengkian mereka terhadap islam, Di antaranya adalah Mukjizat Peristiwa
terbelahnya Bulan yang disebutkan dalam Al-Quran di Zaman Rasulullah Saw atau
14 Abad yang lalu:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا
آَيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ * وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ
“Telah
dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah * Dan jika mereka (orang-orang
musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini
adalah) sihir yang terus menerus” * Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti
hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya” [القمر: 1-3]
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ
رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِقَّتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله
عليه وسلم ” اشْهَدُوا ”
“Dari
Abdullah Berkata bahwa Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah,
kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah”
(HR. Muslim: 7249)
Dalam diriwayat lain dijelaskan bahwa Ketika kaum Kafir Makkah meminta Rasulullah
untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah serta menguji kebenaran
Risalah baginda Rasulullah dengan memintanya Membelah Bulan, maka Allah Swt
mengabulkan Doa beliau hingga pada malam hari tampaklah bulan terbelah menjadi
Dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung
Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira , tapi mereka Kafir Makkah malah
mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata: “Muhammad telah Menyihir Kita”,
kemudian sebagiannya berkata: “ jika
benar kita tersihir dia tidak akan bisa menyihir semua manusia Maka tunggulah
sampai datang berita dari Orang-orang yang melakukan perjalanan jauh, ketika
mereka (para Musafir) tiba mereka pun mengatakan bahwa mereka menyaksikan hal
yang serupa. Tetapi Kaum Kafir Makkah tetap mengingkari Mukjizat tersebut dan
berkata : “…(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.
Beranjak Dari berbagai Riwayat yang serupa, kita dapat
meyimpulkan bahwa kejadian itu tidak hanya disaksikan oleh kaum Kafir Makkah
saja tetapi Manusia yang berada di tempat selain Makkah pun pada waktu itu
dapat menyaksikan peristiwa itu seperti yang dilakukan oleh Abu Jahal bahwa dia
pernah menunggu para pedagang yang berdatangan dari berbagai Negeri jauh
(seperti Syam) untuk menanyakan Peristiwa tersebut, maka mereka juga
menyaksikan hal tersebut.
Bagaimana Islam masuk ke India ?
Masjid Malik Cheraman
Terdapat sebuah wawancara dengan Raja Valiyathampuram (87
tahun) dari Kodungallur di Central Kerala, beliau adalah keturunan dari Raja
Cheraman Perumal (India pertama yang memeluk Islam pada awal abad ke-7), jika
berbicara dengannya seakan berbicara mengenai sejarah, Dalam wawancaranya
bersama AU Asif (Pewawancara) tersebut beliau sempat ditanya: apakah benar
Islam masuk ke india melalui Mukjizat pembelahan Bulan yang dilakukan Oleh Nabi
Muhammad atau islam masuk ke india tidak dengan Pedang ?
Beliau menanggapi pertanyaan itu dengan menjelaskan
bahwa: awal masuknya Islam ke India disebabkan peristiwa Bulan terbelah yang
pada suatu malam, saat sang Raja bersama Istrinya berada di atas Istana
tiba-tiba mereka menyaksikan Bulan yang terbelah menjadi dua bagian. Lewat para
pengembara dan pedangang dari berbagai Negeri asing sang Raja pun akhirnya tahu
bahwa kejadian itu merupakan Mukjizat Nabi Muhammad yang berada di Jazirah
Arab.
Maka Sang Raja pun pergi menemui Rasulullah Saw setelah
membagi-bagikan harta kerajaannya dan menunjuk putranya menjadi Gubernur serta
membagikan tanahnya kepada para pemimpin Lokal untuk menjamin kesejateraan
kehidupan Kerajaannya.
Beliau masuk Islam di tangan Rasulullah Saw yang
disaksikan oleh Abu Bakar Radiallahu Anhu dan mengganti namanya menjadi
Tajuddin, Sang Raja meninggal dalam perjalanan kembali ke India dan dimakamkan
di jalan di tepi Laut Arab. Dikatakan bahwa sang Raja Muslim ini telah mengirim
Surat kepada para menteri lokal kerajaannya lewat Malik bin Dinar sahabat Nabi.
Dalam suratnya Beliau berwasiat bahwa si pembawa surat
ini harus mendapat perhatian ekstra, penjamuan dan memuliakannya serta
mengizinkannya untuk membangun mesjid di Negeri India pada saat itu. Karena
menghormati Raja Cheraman, Penguasa Kerala membagun Mesjid (dibangun pada awal
abad ke-7) di Kodungallur yang dikenal sebagai Masjid Malik Cheraman.
Sampai sekarang mesjid tersebut masih ada, seperti yang
dijelaskan oleh Raja Valiyathampuram bahwa mesjid itu adalah mesjid tertua di
India yang namanya diambil dari Cheraman Perumal dan Malik Ibn Dinar, dan
digabungkan menjadi `Masjid Malik Cheraman`. Pemimpin pada waktu itu memudahkan
urusan Malik Bin Dinar R.a untuk menyebarkan Islam di India degan kebenaran
Mukjizat terbelahnya Bulan.
Seperti yang diceritakan bahwa Malik Bin Dinar wafat di
Kasaragod yang kini bernama Karnataka. Raja Cheraman dan Malik Bin Dinar
keduanya dikuburkan sisi Laut Arab di mana satunya di Saalala di Oman dan
satunya lagi ada di Kasaragod di India. Dengan kata lain, kuburan mereka
terhubung dengan air laut.
Manuskrip Kuno
Juga hal yang sama dialami oleh bangsa dan kebudayaan-kebudayaan
lain sebagian dari mereka mencatat keajaiban peristiwa itu , seperti yang
terdapat dalam manuskrip Madrid dan Manuskrip Bangsa Maya kuno dalam Ilmu
perbintangan.
http://www.mayalords.org/
http://www.mayalords.org/restfldr/persia.html
Menunjukkan bahwa dalam manuskrip Persia ini terdapat
salah seorang Lelaki yang menunjuk ke arah Bulan Yang terbelah.
Sejak dahulu bangsa Maya dikenal sangat mengemari Ilmu
Astronomi dan merupakan salah satu negeri yang maju dalam bidang ilmu tersebut.
Tetapi dalam salah satu Manuskripnya menunjukkan bahwa Mereka (Bangsa Maya)
Menganggap di Bulan telah terjadi gempa dan memyebabkan terbelahnya Bulan
menjadi dua bagian.
Naskah yang menunjukkan keadaan Bulan dalam gambar
Telinga kelinci dan wajahnya yang pecah dan ditandai dengan Simbol Dewi Bulan.
Persitiwa pembelah Bulan tercatat dalam Manuskrip Pasir
dan India pada waktu yang berdekatan yaitu awal abad ke-7 Masehi dan Sejarawan
juga mengatakan bahwa di salah satu Kuil Kuno di Cina tertulis mengenai
peristiwa itu.
Teks bahasa Inggris:
At the top of page 139 in the 1997 Maya Hieroglyphic
Forum, the dot and bar numbers have been inserted as corrections for the tops
of the other columns (missing in V and K’s works). On the basis of the number
sequences, the date of the first (and, what I am surmising, was the original
change) is 9.9.9.16.0 or the Gregorian date of 9 February 623 (the Julian date
calculated the 6th of February, that same year).
Dalam naskah diatas menujukkan tahun 623 Masehi, sesuai
dengan jumlah waktu menetap Rasulullah
Saw di Makkah sebelum Hijrah ke Madinah. Rasulullah Saw dilahirkan pada
Tahun 570 atau 571 Masehi, kemudian hidup di Makkah selama 53 tahun ( 40
sebelum menjadi Rasul + 13 setelah diangkat menjadi Rasul )
Jika pada tahun 571 (kelahiran Nabi) + 53 ( kehidupan
Nabi selama di Makkah sebelum Hijrah)
Atau Tahun 623 Masehi : Jika kita mulai menghitungnya
pada tahun 570 Masehi..Persisi dengan tahun yang disebutkan dalam Naskah bangsa
Maya di atas, serta tahun di mana terjadinya Peristiwa tebelahnya Bulan di
Akhir-Akhir tahun Rasulullah berada di Makkah sebelum Hijrah
Penemuan ilmuwan NASA
Ilmuwan NASA Telah mengungkapkan bawah di bulan terdapat
celah dengan panjang beberapa ratus kilometer, kemudian mereka pun menemukan
beberapa celah lain di permukaan Bulan yang sampai sekarang belum diketahui
penyebab retakan terebut, beberapa Ilmuwan lain beranggapan bawah celah
tersebut bekas dari cairan Lava hanya saja spekulasi ini sebatas teori yang
tidak terbuktikan, terdapat Sejumlah besar celah pada permukaan bulan, dan
beberapa di antaranya mensimulasikan `Retakan yang tersambung` seolah-olah kita
berada di depan permukaan logam retak kemudian merapat !, Ilmuwan NASA menyebut
fenomena ini sebagai: `rilles are still a topic of research` yang berarti
fenomena celah ini masih dalam proses penelitian, Bahkan hingga sekarang pun
celah ini masih membingungkan para ilmuwan dalam menjelasan penyebabnya, dan
semua teori yang mereka kemukakan jauh dari kenyataan gambar yang diperoleh
oleh NASA.
Para Ilmuwan NASA telah memperoleh sejumlah besar gambar
dari fenomena celah di Bulan yang justru membingungkan para Ilmuwan untuk
menemukan penjelasan logis atau ilmiah.
Ada banyak gambar yang seolah-olah yang menyimulasikan
bekas las Logam ! para peneliti kebingungan menyaksikan celah ini,
sebagian berpendapat bahwa pada jutaan
tahun yang lalu terdapat cairan Lava di permukaan Bulan yang meninggalakan
bekas celah tersebut, tetapi anggapan itu segera terbantahkan Karena bekas Lava
yang terdapat di permukaan Bulan sangat jauh berbeda dengan bekas Lava yang ada
di Bumi, dan tidak tampak bekas hancur dan ambruk pada bagian celah Bulan,
tetapi celah ini memiliki sisi yang tajam seakan bekas retakan. Pada Umumnya
lava yang tedapat pada gunung berapi sama dengan Lava yang ada di celah retakan
kerak Bumi akan tetapi terdapat perbedaan mendasar antara celah Bumi dan celah
Bulan, yaitu bentuk celah Bulan tampak halus dan Lunak seakan terbentuk dengan
terampil.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh American
Geophysical Union pada tahun 1970, disebutkan bahwa penyebab terbentuknya Celah
pada Bulan tesebut bertentang dengan teori-teori yang dikemukakan para Ilmuwan,
dan diantara Laporan itu terdapat sebuah penjelasan dari seorang Insinyur
bernama Ralph Juergens yang menjelasakan Bahwa sebelumnya telah terjadi
sengatan Listrik yang sangat Kuat meyerupai sambaran Petir yang mengenai Bulan
sehingga menyebabkan keretakan kemudian retakan itu tertutupi dan membentuk
struktur las Listrik seperti pada dua potongan logam yang tersambung oleh
tenaga listrik.
Seseorang Mungkin berkata: bagaimana mungkin Bulan bisa
terbelah menjadi dua bagian, bisakah itu terjadi ? Lalu kenapa Bulan tidak
runtuh ?, bahkan mereka pun akan berkata : jika benar terjadi, peristiwa ini
sangat bertentangan dengan Hukum Fisika, gravitasi dan alam semesta ?
Jadi Kesimpulan dari permasalahan Ilmiah ini: Bahwa
terdapat berbagai Mukjizat yang tidak dapat ditafsirkan dengan kekuatan Logika
maupun kemajuan Sains, yaitu Mukjizat yang Allah Swt Khususkan kepada para
utusan-Nya seperti Mukjizat tongkat Nabi Musa A.s Yang berubah menjadi ular dan
Nabi Isa A.s yang dapat menghidupakan orang Mati atau Mukjizat-Mukjizat yang
dimilik para Nabi dan Rasul yang serupa
dengannya….maka keajaiban-keajaiban seperti ini mustahil untuk ditafsirkan
secara Ilmiah, karena hanya dengan imanlah seseorang bisa menjustifikasikan
kebearan mukjizat itu.
Allah Swt Berfirman:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda
(kekuasaan) Kami di segala wilayah dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas
bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya
Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fushshilat : 53)
Sumber referensi:
Penemuan ilmuwan NASA
http://kaheel7.com/modules.php?name=News&file=article&sid=758
1- Report published in EOS Transactions,
American Geophysical Union (51), 1970.
2- Hadley Rille on the Moon, seen by SMART-1,
SpaceRef Interactive Inc July 26, 2005.
3- The Moon and Its Rilles,
http://www.thunderbolts.info/home.htm, Dec 19, 2006.
4- A Lunar Rille, www.nasa.gov, 2002 October
29.
5- Ewen A. Whitaker, Mapping and Naming the
Moon, Cambridge University Press, 1999.
Bagaimana Islam masuk ke India
http://www.iosworld.org/interview_cheramul.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Cheraman_Juma_Masjid
http://en.wikipedia.org/wiki/Malik,_son_of_Dinar
Manuskrip Kuno
http://www.mayalords.org/
sumber: eramuslim.com



0 comments:
Post a Comment