Ketua PP Muhammadiyah Desak Indonesia Akui Kemerdekaan Kosovo
Tuesday, May 14, 2013
0
comments
Hingga kini pemerintah Indonesia belum mengakui
kemerdekaan Republik Kosovo sebagai negara berdaulat. Padahal, negara di
wilayah Balkan itu telah menyatakan kemerdekaannya dari Serbia sejak 2008 lalu.
Sikap pemerintah ini disesalkan oleh Muhammadiyah. Organisasi
Islam tertua di Indonesia itu akan mendesak pemerintah untuk segera memberikan
pengakuannya.
"Saya akan berbicara dengan pemerintah dan DPR agar
segera memberi pengakuan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din
Syamsuddindi kantor DPP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5).
Din mengaku sempat berkunjung ke Kosovo beberapa waktu
lalu dan bertemu dengan Presiden Atifete Jahjaga. Dalam pertemuan itu, Presiden
Atifete minta bantuan Din untuk meyakinkan pemerintah Indonesia agar mengakui
negara bekas bagian Yusgoslavia itu.
Din menegaskan, Kosovo pantas untuk berpisah dari Serbia.
Pasalnya, mayoritas penduduk Kosovo adalah etnis Albania yang beragama Muslim.
Sementara mayoritas penduduk Serbia adalah penganut Kristen Ortodoks Serbia.
"Dia mayoritas etnis Albania sejak jaman Turki
Usmani. Ketika Yugoslavia pecah dia digabungkan dengan Serbia tapi tidak cocok
bagai minyak dan air, etnisnya beda agamanya beda," papar Din.
Selain itu kemerdekaan Kosovo juga telah diakui oleh 31
negara Islam. Negara adidaya seperti Amerika Serikat, Perancis dan Jerman juga
telah mengakui negara dengan ibu kota Pristina itu.
"Bagi kami Muhammadiyah, tidak ada alasan untuk
tidak mengakui Kosovo," tegas Din.
Sumber:
http://www.atjehcyber.net dengan
pengubahan judul



0 comments:
Post a Comment