Anggap Bertani Kotor, Generasi Muda Enggan Tekuni Pertanian
Monday, June 24, 2013
0
comments
Adanya
anggapan bahwa petanian itu kotor dan becek menyebabkan generasi muda enggan
untuk menekuni dunia pertanian. Padahal dunia pertanian tidak selalu berkaitan
dengan tanah yang becek dan kotor. Pertanian bisa menggunakan media tanam bukan
tanah seperti styrofoam atau polystyrene, arang, hidrogel dan lainnya.
Menurut
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Agung
Astuti, M.Si memaparkan dalam diskusi terbatas ‘Rendahnya tingkat kesadaran
Generasi Muda terhadap Pertanian’ di Kampus Terpadu UMY Senin Sore
(21/02/2011).
Sebagai
upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan pertanian salah satunya dengan mengenalkan bahwa bertanam
tidak semata-mata menggunakan tanah.
“Banyak
media tanam yang bisa digunakan misalnya bertanam dalam hidrogel yaitu bahan
polyester yang mempunyai daya serap terhadap air sangat tinggi. Tanaman yang
ditanam dalam medium ini akan terlihat lebih menarik dan mempunyai nilai
artistik tinggi karena hidrogel seperti kristal berwarna-warni yang dapat
memantulkan cahaya. Ini pasti akan menarik bagi anak-anak muda,” urainya.
Teknik
bertanam lainnya yang bisa dimanfaatkan yaitu vertikulur. “Sistem pertanaman
yang bersifat vertikal. Misalnya menggunakan botol bekas air mineral yang telah
dipotong dan dilubangi kemudian disambung-sambung menjadi tiga sampai empat
tingkat lalu diberi bibit dan digantung. Sistem ini ditujukan untuk
memanfaatkan lahan-lahan yang sempit dan di perkotaan sehingga tetap dapat memproduksi
hasil-hasil pertanian.” ungkapnya.
Terkait
dengan peran Perguruan Tinggi (PT), dijelaskan Agung bahwa PT mempunyai peran
strategis bukan hanya sebagai lembaga pendidikan. Tetapi juga lembaga
penelitian dan pengembangan teknologi yang hasilnya harus dapat dinikmati oleh
segenap stakeholder. “Selain itu PT juga mempunyai peranan dalam meningkatkan
kesadaran generasi muda terhadap pertanian. Karena Indonesia memiliki banyak
potensi untuk mengembangkan pertanian.” jelasnya.
Menurutnya
banyak hal bisa dilakukan oleh PT. “Mulai dari memberikan konsultasi tentang
penerapan teknologi pertanian di lapangan. Kemudian memberikan pelatihan
teknologi pertanian praktis. Serta memberikan pendampingan dalam penerapan
teknologi pertanian.” pungkasnya.
Sumber: muhammadiyah.or.id



0 comments:
Post a Comment