Ctrl + Alt + Del; Saatnya Me-reboot Perjalanan Hidup
Friday, June 14, 2013
0
comments
Anda para pengguna computer pasti
familiar dengan tiga tombol di keyboard yaitu Ctrl, Alt dan Delete (kadang
disingkat Del). Di system operasi yang lama, bila Anda tekan tiga tombol ini
bersamaan akan terjadi reboot – computer Anda mati sebentar terus mulai lagi
dari awal. Di System yang relative baru, tiga tombol ini akan menampilkan task
manager – mau Anda apakan program-program yang sedang berjalan. Dalam
program-program kehidupan kita, bisa jadi kita butuh ‘tiga tombol’ ini untuk
me-‘reboot’ kehidupan kita, usaha kita atau bahkan juga negeri kita.
Dalam
urusan negara misalnya, selama 67 tahun merdeka setidaknya kita pernah
mengalami dua kali ‘reboot’. Pertama tahun 1965 ketika masyarakat jengah dengan
ketidak-berdayaan Orde Lama waktu itu
dalam menangani makar komunis. Kedua terjadi 32 tahun kemudian ketika
masyarakat sekali lagi jengah untuk alasan yang berbeda, yaitu jengah dengan
kroniisme Orde Baru.
Kapan kita perlu reboot ? Di dunia
computer kita perlu reboot ketika computer kita berjalan lemot atau bahkan hang
– computer itu hidup tetapi seolah mati, program-program tidak berjalan
sebagaimana mestinya. Dalam bernegara-pun demikian, reboot negeri ini tahun
1965 dan 1998 adalah ketika masyarakat melihat negara tidak berjalan
sebagaimana mestinya.
Bukan hanya dalam urusan politik, dalam
urusan rumah tangga, pekerjaan, karir atau usaha-pun kadang kita perlu
‘reboot’. Dalam Islam misalnya mengapa perceraian itu diijinkan meskipun Allah
tidak menyukainya ? karena ketika
keluarga tidak berjalan semestinya – bisa jadi ‘reboot’ berupa perceraian itu
adalah pilihan terbaik dari pilihan-pilihan yang buruk atau sangat buruk.
Dalam pekerjaan, tidak jarang kita merasa
stuck tidak kemana-mana. Si pekerja bekerja dengan males dan tanpa harapan, si
pemberi kerja merasa hanya memberi gaji buta. Dalam kondisi seperti ini bisa
jadi ‘reboot’ dan ganti pekerjaan baru bagi pekerja adalah hal yang terbaik
yang bisa dilakukan. Baik pula bagi si pemberi kerja karena mereka bisa
merekrut tenaga segar yang kerja dengan penuh semangat dan harapan.
Dalam urusan karir-pun demikian. Bahkan
saya sendiri pernah melakukannya, yaitu ketika saya merasa jenuh di puncak
karir professional yang telah saya bangun selama 20-an tahun. Saat itu saya
merasa perlu ‘reboot’ dengan meninggalkan semuanya, kemudian saya mulai segala
sesuatunya dari awal untuk hal yang sama sekali berbeda.
Dalam urusan usaha atau bisnis apalagi,
seorang entrepreneur harus selalu siap dengan business environment yang
senantiasa terus berubah. Bila Anda tidak dapat beradaptasi mengikuti
perubahan, maka sangat bisa jadi Anda akan ketinggalan kereta atau ter-‘reboot’
secara tidak sengaja – ketika Anda tidak/belum siap.
Betapa banyak usaha-usaha yang gulung
tikar karena mereka didesign untuk hidup di jaman yang berbeda, dia tidak siap
untuk hidup di jaman ini. Di era teknologi informasi dan pengiriman data berkecepatan
tinggi kini, bisa jadi pesaing itu datang dari tempat yang tidak
disangka-sangka.
Tetapi sebaliknya juga demikian,
peluang-pun bisa datang dari tempat yang tidak disangka-sangka. Saya termasuk
yang yakin bahwa teknologi informasi yang semakin murah dan menjangkau
keseluruhan lapisan masyarakat ini akan bisa menjadi sarana kita untuk
memeratakan kesempatan, membuka akses pasar yang sama dan ujungnya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara luas.
Menurut surveynya McKinsey di India (yang
tingkat ekonominya agak mirip kita) akses internet telah berpengaruh dalam
meningkatkan GDP negeri itu sampai 1.6 %, dan dalam tiga tahun mendatang
pengaruh ini akan terus meningkat lagi sampai di kisaran 2.8% - 3.3 %.
Di 13 negara yang disurvey McKinsey- yang
mewakili 70% GDP dunia – akses internet rata-rata bahkan berkontribusi sampai
3.4 % dari GDP. Bila internet dianggap sektor baru dalam perekonomian,
kontribusinya melebihi sektor-sektor lain seperti energy, pertanian,
pertambangan dan industri-industri lainnya.
Bila pekerjaan, karir atau usaha Anda
belum merasakan mendapat manfaat dari perkembangan teknologi informasi
khususnya internet ini, atau bahkan terancam dengan kehadiran teknologi yang
sudah menjangkau 34.3 % penduduk dunia ini – maka bisa jadi memang waktunya
Anda me-‘reboot’ pekerjaan, karir atau usaha Anda.
Di keyboard Anda posisi tiga tombol Ctrl,
Alt dan Delete ditaruh ditempat yang salah satu tombolnya berjauhan , maksudnya
adalah agar tiga tombol Ctrl+Alt+Delete tidak bisa ter-tekan secara kebetulan –
yang membuat computer Anda ter-reboot secara tidak sengaja. Diperlukan tiga
jari dari dua tangan untuk bisa menekan tiga tombol tersebut sekaligus.
Filosofi yang sama juga pada proses
‘reboot’ pekerjaan, karir atau usaha Anda. Harus Anda persiapkan dengan baik
dan Anda sendiri yang (terlibat) melakukannya. Harus Anda lakukan ‘dengan dua
tangan’ secara sungguh-sungguh, agar ‘komputer’ kehidupan Anda benar-benar
berjalan lebih baik setelah melalui proses ‘reboot’ ini. Jangan sampai
kehidupan Anda ter-‘reboot’ secara tidak sengaja oleh lingkungan kehidupan Anda
yang senantiasa bergerak. Wa Allahu A’lam.
Sumber: http://geraidinar.com dengan pengubahan judul



0 comments:
Post a Comment