Penyiar Aljazeera Ahmad Mansur, Membongkar Kebusukan Emirat
Sunday, July 14, 2013
0
comments
Uni Emirat Arab (UEA) adalah sebuah
negara persatuan dari tujuh emirat yang kaya akan minyak bumi. Tujuh emirat ini
adalah: Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm
al-Qaiwain.
Kekayaan Uni Emirat Arab berdasarkan pengeluaran
minyak dan gas yaitu 33% dari GDP negara itu. Emirat Arab adalah negara
penghasil minyak ketiga terbesar di kawasan teluk setelah Arab Saudi dan Iran.
Sejak 1973, Uni Emirat Arab telah mengalami perubahan dari negara kecil yang
terletak di gurun menjadi negara modern dengan taraf kehidupan yang tinggi.
Dengan kekayaan yang melimpah ternyata
tidak membuat negara ini menjadi garda terdepan didalam membantu negara-negara
serumpun ataupun negara-negara muslim yang berada di jazirah arab atau belahan
benua lainnya. Justru fakta mencengangkan telah dituturkan dalam sebuah artikel
yang ditulis oleh salah seorang penyiar televisi Aljazeera, Ahmad Mansur.
Ahmad Mansur, salah satu penyiar televisi
Aljazeera tersebut, menulis sebuah artikel yang isinya mengungkap kebobrokan
para pemimpin Emirat. Berikut petikannya:
1. Setiap
tahunnya, Emirat membantu rejim Mubarak sebanyak US$ 12 Milyar. Ketika terjadi
revolusi, Emirat mengancam akan menghentikannya. Bantuan benar-benar berhenti
ketika Mursi berhasil menjadi presiden.
2. Ketika
Amerika mengalami krisis ekonomi tahun 2010, Emirat membantunya dengan
mengadakan transaksi raksasa pembelian senjata yang mencapai US$ 200 Milyar.
Amerika sendiri mengatakan ini adalah transaksi senjata terbesar yang pernah
terjadi di Amerika.
3. Ketika
negara bagian Arizona yang dilanda angin topan tahun 2008, Emirat membantunya
lebih dari US$ 10 Milyar.
4. Setelah
terjadi gerakan revolusi melawan Basyar Al-Asad, Emirat mendeportasi mayoritas
orang-orang Suria yang bekerja di Emirat. Lalu menahan semua transaksi
pengiriman uang ke Suria.
5. Emirat
menyokong dana serangan Perancis ke Mali sebanyak US$ 7 Milyar. Hal ini
dilakukan agar kaum Islamis urung sampai kepada kekuasaan dan menerapkan
syariat Islam.
6. Emirat
mengeluarkan dana US$ 2 Milyar untuk merayakan tahun baru terakhir.
7. Kini
Emirat menjadi tempat pelarian para politisi yang bermasalah di negaranya.
Misalnya Ahmad Syafiq (Mesir), Dahlan (Palestina), keluarga Basyar (Suria).
8. Setelah
jatuhnya Mubarak, Emirat menjadi basis intelijen Amerika dan Eropa untuk
wilayah Timur Tengah. Bahkan sekarang termasuk pusat terbesar money laundring,
perdagangan senjata, prostitusi. Percaya atau tidak, silahkan berkunjung ke
sana.
9. Emirat
memberi pinjaman lunak kepada Serbia, negara yang telah membantai muslim
Bosnia. Pinjaman itu sebesar US$ 400 Juta.
10. Emirat
menarik kewarga-negaraan beberapa tokoh ulama, da’I, dan reformis. Misalnya
Ibrahim Marzuqi, Husain Jabiri, dan lainnya.
11. Jutaan
dollar dana Emirat kini dialirkan ke Front Penyelamatan, yang merongrong
pemerintah Mursi dan berakhir dengan kudeta militer. Memang sedari awal,
Muhammad bin Zayid sudah berjanji akan menjauhkan Ikhwanul Muslimin dari
kekuasaan, walaupun harus mengorbankan anggaran belanja Abu Dhabi. Mereka tidak
menyadari bahwa Mesir dan rakyatnya lebih besar daripada seluruh dana Bin
Zayid. Apakah dana-dana itu lebih besar dari kerajaan Mongol, Tartar, pasukan
Salib, dan Napoleon? Padahal mereka semua sudah habis, sedangkan Mesir masih
berdiri kokoh.
12. Terakhir,
para pemimpin Emirat adalah anggota organisasi-organisasi seperti Rottary,
Lions, dan sebagainya.
Setelah data-data ini, kita berhak
bertanya, “Kira-kita agama apa yang mereka anut?” (msa/sbb/dkw)
Redaktur: Saiful Bahri
Sumber: http://www.dakwatuna.com



0 comments:
Post a Comment