Bahaya Menjadikan Ajaran Agama Sebagai Bahan Candaan
Saturday, February 16, 2013
0
comments
Fenomena
berolok-olok dalam perkara agama ini bukanlah perkara yang langka bagi kita.
Seolah-olah bukanlah lagi hal yang sakral, sering sekali kita temui di sekitar
kita orang yang dengan mudahnya menjadikan perkara agama sebagai bahan
olok-olok untuk ditertawakan.
Dan
sungguh disayangkan, sebagian orang yang melakukan perkara itu malah
orang-orang
yang dianggap sebagai dai, para juru dakwah yang mengisi acara-acara ceramah
agama di tengah-tengah masyarakat.
Sebagian
orang berolok-olok dengan firman Allah,
وَٱرْكَعُوا۟
مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
"Dan
rukuklah kalian bersama orang yang ruku'" (Al Baqarah: 43)
Mereka
plesetkan dengan, "Dan merokoklah kalian bersama orang yang merokok."
Dan mereka jadikan ayat ini sebagai dalil disyariatkannya "Merokok
berjama'ah", na'udzubillah.
Di
lain ayat Allah berfirman,
وَلَا
تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ
"Wala
taqrabu az zina, janganlah kalian dekati zina" (Al Isra': 32)
Mereka
jadikan ayat ini sebagai olok-olok dan mereka plesetkan artinya dengan
"Hari Rabu jangan berzina, selain hari Rabu silakan saja."
Wal'iyadzubillah.
Sebagian
yang lain mengolok-olok wanita yang multazimah, wanita yang berpegang teguh
dengan agamanya dengan mengenakan jilbab besar yang berwarna gelap atau memakai
cadar. Mereka olok-olok dengan panggilan "Ninja, ninja!" atau mereka
gelari dengan sebutan "Kuntilanak" atau yang semisalnya.
Atau
contoh lain, sebagian orang mengejek orang yang berjenggot karena mengamalkan
sunnah Rasul dengan menirukan suara kambing ketika mereka lewat. Menyerupakan
orang yang berjenggot dengan kambing.
Ini
semua adalah bentuk ISTIHZA', berolok-olok dalam perkara agama yang dilarang
keras di dalam Islam, bahkan ditakutkan pelakunya bisa murtad, keluar dari
Islam.
KENAPA
BISA MURTAD?
Asy
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di menjelaskan,
"Sesungguhnya
berolok-olok dengan Allah, ayat-ayatNya dan rasul-Nya mengeluarkan seseorang
dari agama karena pondasi agama ini dibangun di atas pengagungan terhadap
Allah, pengagungan terhadap agama dan Rasul-RasulNya. Maka berolok-olok dengan
perkara tersebut menafikan pondasi agama dan benar-benar membatalkannya."
[Tafsir As Sa'di, At Taubah: 65-66]
Di
dalam Al Quran Allah berfirman,
وَلَئِن
سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ
وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ * لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم
بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ
“Dan
jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah
mereka akan menjawab: ”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main
saja.” Katakanlah: “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian
berolok-olok? Tidak usah kalian meminta maaf, karena sungguh kalian telah kafir
sesudah beriman.” (At Taubah: 65-66)
SEBAB
TURUNNYA AYAT
Tahukah
Anda sebab turunnya ayat ini?
Dahulu
ada sekelompok manusia yang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
dalam perang Tabuk. Di dalam suatu majelis mereka mengatakan,
“Kita
tidak pernah melihat seperti para pembaca Al Qur'an kita ini yang paling dusta
lisannya, paling buncit perutnya, paling penakut ketika bertemu musuh”,
Yang
mereka maksudkan dengan ucapan mereka itu adalah Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam dan para sahabatnya.
Pada
waktu itu di antara mereka ada seorang dari kalangan sahabat, maka sahabat ini
pun marah dengan ucapan mereka ini. Dia pun pergi dan melaporkan apa yang
terjadi kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sebelum dia sampai
kepada Rasulullah, wahyu telah turun mendahuluinya.
Maka
datanglah kaum tersebut kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk meminta
maaf. Berdirilah salah seorang dari mereka dan bergantungan di tali pelana onta
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam keadaan beliau mengendarainya,
orang tersebut mengatakan,
“Wahai
Rasulullah sesungguhnya kami hanya berbincang-bincang untuk menghilangkan rasa
penat dalam perjalanan, kami tidak memaksudkan untuk memperolok-olok, kami
hanya bersenda gurau,”
Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam tidak menoleh sedikit pun kepadanya dan beliau
hanya membacakan ayat tadi,
قُلْ
أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ * لَا تَعْتَذِرُوا۟
قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ
"Katakanlah,
apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok? Tidak
usah kalian meminta maaf, karena sungguh kalian telah kafir sesudah beriman.”
(At Taubah: 65-66)
Asy
Syaikh DR. Shalih Al Fauzan, ulama besar Saudi Arabia dalam Kitab beliau Syarah
Nawaqidil Islam "Penjelasan tentang Pembatal-pembatal Keislaman"
menjelaskan,
"Ini
merupakan dalil bahwa barangsiapa mencela Allah, Rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya
atau sedikit saja dari Al-Qur’an atau Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
maka dia telah murtad dari Islam walaupun hanya bersenda gurau." [hal. 26]
Kalau
ada yang mengatakan, "Ini kan cuma bercanda, orangnya kan mungkin tidak
punya niat untuk mencela atau merendahkan. Cuma guyon saja kok.."
Maka
kita katakan bahwa kasusnya sama saja dengan kisah Perang Tabuk yang telah kita
sampaikan di atas. Orang yang mengolok-olok Rasulullah dan para sahabat tadi
juga mengemukakan alasan yang serupa,
"Kami
hanya bersenda gurau dan bermain-main."
Tapi
tetap saja Allah kafirkan dengan firman-Nya,
لَا تَعْتَذِرُوا۟
قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُم
"Tidak
usah kalian meminta maaf, karena sungguh kalian telah kafir sesudah
beriman." (At Taubah: 65-66)
Oleh
karena itu saudaraku seiman, hendaknya kita jaga lisan dan sikap kita dari menjadikan
perkara agama, atau simbol-simbol agama sebagai bahan candaan dan olok-olok.
Apakah
tidak ada bahan candaan lain sehingga perkara yang semestinya kita agungkan dan
kita sakralkan ini pun kita jadikan bahan olok-olok?
Ingatlah
selalu peringatan dari Allah terhadap orang yang berolok-olok dengan agamanya,
لَا تَعْتَذِرُوا۟
قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُم
"Tidak
usah kalian meminta maaf, karena sungguh kalian telah kafir sesudah
beriman." (At Taubah: 65-66)
Wallahu
ta'ala a'lam.
(Ditulis
oleh Abu Umar Wira Bachrun Al Bankawy di Darul Hadits Ma'bar, 14 Ramadhan 1433
H – 2/8/2012)
Sumber: facebook.com



0 comments:
Post a Comment