Rumah Kaderisasi
Monday, February 11, 2013
0
comments
“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal
mereka tidur.”
(Al-Kahfi [18]: 18)
Setelah rumah, sekolah adalah lembaga yang
paling potensial untuk melahirkan pemimpin atau kader. Dalam sebuah penelitian
disebutkan bahwa 99% dari orang-orang yang pernah mengenyam bangku sekolah
memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.
Persoalan terbesar umat Islam saat ini adalah
krisis kepemimpinan. Berulangkali Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka kesempatan
kepada kita untuk tampil memimpin negara, tapi karena kurangnya kader pemimpin,
peluang itu diambil pihak lain. Ibaratnya, umat Islam hanya pandai menurunkan
“buah yang ranum” dari pohonnya, tapi orang lain yang justru menangkapnya.
Sudah sekian lama kita menjadi kaum
terbelakang, saatnya kini kita bangkit. Tak ada alasan bagi kita tetap
terpenjara oleh ketertinggalan dan keterbelakangan, sementara dunia di sekitar
kita terus bergerak maju. Padahal, kita telah memiliki prinsip dan dorongan
agama, akhlak, dan ilmu yang mengharuskan kita untuk maju dan tidak tinggal
diam.
Kita pun telah memiliki sarana yang ampuh untuk
mencetak kader dan pemimpin masa depan, yaitu sekolah. Sayang lembaga yang satu
ini kurang mendapat perhatian serius dari para pemimpin kita, sehingga
kebanyakan sekolah kita hanya melahirkan ilmuwan yang kehilangan orientasi
hidup, tak paham untuk apa ilmu itu didayagunakan.
Selama ini sekolah kita hanya menjadi alat
transformasi ilmu, bukan transformasi nilai. Karenanya, transformasi nilai
kepemimpinan seperti amanah, integritas, kejujuran, kesediaan berkorban,
memberi, peduli, dan saling menghormati dan menyayangi belum berhasil
terealisasikan dalam keseharian.
Keadaan ini diperparah oleh sebuah kenyataan
pahit bahwa sebagian guru belum memahami “manhaj haraki”. Akibatnya, mereka
mengajar tidak lebih dari sekadar memindahkan keterampilan dan ilmu kepada anak
didik. Padahal, transformasi nilai yang paling efektif adalah melalui contoh
dan keteladanan.
Para guru dan kepala sekolah hendaknya tidak
disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya administratif belaka. Mereka
harus pandai memenej waktu sehingga pekerjaan-pekerjaan administratif tidak
mengganggu tujuan utama pendidikan, yaitu melahirkan kader dan pemimpin.
Harus disadari bahwa kebangkitan umat Islam
ke depan sangat tergantung pada jenis pemimpin yang dipersiapkan oleh
lembaga-lembaga kepemimpinan, terutama sekolah-sekolah Islam saat ini. Kita
harus menaruh perhatian penuh atasnya dan kita harus rela mengorbankan harta
benda, juga waktu untuk kepentingan tersebut.
Kita tidak boleh mengharapkan kemajuan dan
kemuliaan sebagai hadiah dan pemberian orang lain. Kita harus membangun
kemajuan dan kemuliaan dengan tangan, keringat, dan darah kita sendiri. Kita
harus mampu mengulangi kisah-kisah sukses dan heroik dari para syuhada Islam
terdahulu. Dengan izin Allah , semua dapat kita wujudkan.
Alasannya, kita memiliki rumah-rumah Muslim
yang siap melahirkan kader dan pemimpin yang tangguh. Kita juga memiliki ribuan
sekolah yang siap mencetak kader dan pemimpin yang dilakukan dengan cara yang
benar, sistematis, dan teratur, yang bisa diaplikasikan di lapangan.
Sudah saatnya para orangtua dan guru
bersinergi mewujudkan hal ini. Bersama-sama mengembangkan potensi, semangat,
dan obsesi setiap anak untuk menjadi khalifah fil ardl. * SUARA HIDAYATULLAH,
APRIL 2012
Sumber:
majalah.hidayatullah.com



0 comments:
Post a Comment