Gus Sholah: Masih "Kalah" dengan Muhammadiyah ke Depan NU Harus Lebih Terorganisir
Wednesday, April 10, 2013
0
comments
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH
Sholahuddin Wahid yang juga tokoh NU, menilai NU sebagai organisasi
kemasyarakatan terbesar di Indonesia masih "kalah" dengan
Muhammadiyah yang jumlah anggota setengah dari NU.
"Buktinya, beberapa lembaga pendidikan milik
Muhammadiyah banyak yang sudah terakreditasi A, sedangkan milik NU tidak banyak
dan umumnya masih B. Ke depan, NU harus lebih meningkatkan perhatian kepada
warganya," ujarnya di sela-sela muhibah ke Maroko dikutip Antara, Rabu
[10/4].
Oleh karena itu, kata adik kandung mantan Presiden
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, organisasi NU harus lebih mengorganisasi diri
dengan mengubah dari organisasi berbentuk segerombolan orang banyak ke
organisasi yang berbentuk barisan besar yang memiliki kekuatan besar.
Dalam kesempatan itu, Gus Sholah juga memaparkan banyak
hal seputar permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, di antaranya
isu korupsi yang sudah sangat sistemik, sehingga susah sekali untuk diberantas.
"Karena itu, peran umat Islam dalam membangun bangsa
harus ditingkatkan, mengingat umat Islam adalah umat mayoritas, namun kenyataan
yang terjadi saat ini, umat Islam di Indonesia belum bisa banyak berbuat,
termasuk kader-kader NU," katanya.
Sementara itu, Koordinator Lajnah Ta`lif wan Nasyr PCINU
Maroko, Kusnadi El-Ghezwa menyebutkan Gus Sholah mengadakan kunjungan Muhibah
ke Maroko bersama rombongan selama sepekan.
Di sela padatnya agenda kunjungan, Gus Sholah memberikan
tausiyah kepada kader NU dan beramah tamah dengan masyarakat Indonesia di
Maroko bertempat di Wisma Duta KBRI.
"Selama di Maroko, Gus Sholah berkunjung ke Masjid
Hasan II di Casablanca yang merupakan salah satu masjid terbesar di Afrika,
lalu melakukan ziarah ke makam Sab`atur Rijal (wali Tujuh) yang merupakan
penyebar Islam di Maroko di Kota Marrakech," katanya.
Gus Sholah juga melakukan ziarah ke makam pendiri dan
guru besar Thariqah Tijaniyah, Moulay Idris (Raja Maroko tempo dulu), dan Ibnu
al Araby (pemilik tafsir Ahkamul Quran) di kota Fez yang dikenal sebagai kota
budaya itu.
Sebelumnya, Gus Sholah dan rombongan melakukan perjalanan
ke Spanyol dan singgah sejenak di kota kelahiran Ibnu Bathutah (sang petualang
legendaris) dan bertemu dengan kader-kader NU yang sedang menimba ilmu agama di
kota itu.
Setelah itu, Gus Sholah melanjutkan kunjungan muhibah ke
Spanyol untuk menjelajahi jejak peninggalan kejayaan Islam. Perjalanannya
ditempuh melalui kapal laut dari pelabuhan internasional, Tarifa di Kota Tanger
dengan jarak tempuh 30 menit.[antara/im]
Sumber:
islamedia.web.id



0 comments:
Post a Comment